Infrastruktur, Ini Hasil Pertemuan Pemkab Bersama Balai Sungai dan Jalan

POHUWATO-Sekretaris Daerah DJoni Nento didampingi Assisten Pemerintahan Fitser Mohune, Assisten Perekonomian dan Pembangunan Rusmiyati Pakaya, Kadis Perkim Anwar Sadat dan Sekretaris PUPR Eral Mohi Kamis  (11/4) menerima kunjungan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Adenan Rasyid, Kasatker PJPA BWS Musdianto Mhukti dan Kasatker Operasi dan Pemeliharaan Moh. Isnaen Muhidin.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Sekda itu dihadiri pula dari Balai Jalan masing-masing Jemmy Dunda selaku PPK 1.4 Satker PJN Gorontalo serta Ferdinan Politon dan Abdul Rahman Hulinggi.

Dari hasil pertemuan untuk Balai Wilayah Sungai menegaskan, pada 2019 ada program pengembangan Arboretum di Kecamatan Taluditi dengan luas areal 12 hektar.

Pengembangan dan pemanfaatan ini menjadi prioritas nasional, maka penting dapat dikerjasamakan dengan Pemda terkait pengelolaan dan pemanfaatan. “Arboretum ini memang spesipik untuk kepentingan yakni kelestarian lingkungan, juga diharapkan tanaman-tanaman yang spesipik di daerah lokal Gorontalo ini perlu ditumbuhkembangkan, dibudidayakan lagi di lokasi Arboretum,”terang Kepala BWS Sulawesi II Adenan Rasyid.

Selanjutnya pembangunan sumur atau air baku di 5 desa yaitu Desa Balayo, Limbula, Sidorukun, Patuhu dan Milangodaa. Kemudian untuk Irigasi Randangan pekerjaannya akan berakhir Desember 2019.

Kondisi realisasi fisik sampai dengan hari ini sudah 84 persen dan tinggal 16 persen lagi. Permasalahan dari pembangunan Bendungan Randangan ini kata Sekda Djoni Nento yaitu pembebasan lahan jaringan. Lahan jaringan ini rencana yang kurang lebih 56,08 Ha yang sudah terbayar 54,30 Ha atau 96,83 persen dan yang belum terbayar 1,78 Ha atau 3,17 persen.

Kemudian yang terbayar langsung 35,84 Ha atau 66,00 persen, Konsinyasi 18,46 Ha atau 34,00 persen. Sudah Konstruksi Jaringan 3,17 Ha atau 17,17 persen. Bisa Konstruksi 0,62 Ha atau 3,34 persen, Tidak Bisa Konstruksi 14,68 Ha atau 79,51 persen. Artinya jelas Sekda Djoni, sudah Konstruksi yakni titipan sudah diambil dan titipan belum diambil karena kesulitas administrasi.

Disisi lain untuk Balai Jalan yaitu program jalan nasional berupa pelebaran jalan Marisa-Lemito dengan anggaran Rp 96 Milyar. Selanjutnya paket pelebaran jalan Marisa-Taluditi Rp 24 Milyar. (*)


Reporter/foto : Iwan Karim-Humas