Ini Langkah Pemkab Pohuwato Sikapi BPJS Kesehatan

PORTAL POHUWATO -  Kabupaten Pohuwato pada tahun 2019 mendaftarkan masyarakat dalam kepesertaan BPJS Kesehatan atau JAMKESDA sejumlah 29.700 jiwa sedangkan Provinsi Gorontalo mendaftarkan masyarakat Pohuwato lewat JAMKESTA sejumlah 28.307 jiwa dan Pemerintah Pusat sejumlah 58.744 jiwa lewat JAMKESMAS, sehingga total masyarakat Pohuwato sebagai penerima bantuan Iuran jaminan kesehatan sebanyak 116.751 jiwa.


Pada tahun 2020 ada kenaikan pembayaran iuran sebesar 2 kali lipat dari dari Rp 23.000/jiwa, naik menjadi Rp 42.000/jiwa khusus untuk masyarakat pengguna kartu BPJS PBI, maka Pemerintah Provinsi Gorontalo melakukan Verifikasi dan Validasi Data (verval) penerima PBI dan hasilnya banyak ditemukan data ganda atau meninggal dan masih terdapat sebagai penerima PBI.


Sehingga untuk Tahun 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah mendaftarkan masyarakat Pohuwato sebagai penerima PBI sebanyak 13.490 jiwa yang valid dari kuota sejumlah 17.525 jiwa atau sebesar 60%, dan Kabupaten Pohuwato masih ada peluang untuk menambahkan kuota sejumlah 4.035 jiwa.


Dinas sosial Kabupaten pohuwato sudah menyiapkan data yang akan diusulkan ke Provinsi, untuk JAMKESDA sendiri telah dilakukan verval data penerima bantuan iuran dari angka 29.700 jiwa ternyata masih banyak masyarakat terdaftar sebagai penerima dengan rincian sebagai berikut, 

Masyrakat di luar Pohuwato berjumlah 439 jiwa, masyarakat pindah berjumlah 631, masyarakat yg meninggal sejumlah 288 jiwa, masyrakat tidak di kenal oleh aparat desa sejumlah 734, masyarakat datanya ganda sejumlah 666, sementara itu ada 11 desa tidak memasukan hasil verval sejumlah 2.892 jiwa, sedangkan masyarakat yang masuk dalam BDT sejumlah 5.620.


Dari jumlah 18.017 yang dinonaktifkan awal tahun 2020 masih tersisa sebanyak 6.747 jiwa yang akan diusulkan ke Provinsi untuk didaftarkan sebagai penerima BPJS JAMKESTA, dan pada tahun 2020 kepesertaan JAMKESMAS yang didaftarkan oleh Pemerintah Pusat naik sekitar 1.793 jiwa, dari ankga 58.744 menjadi 60.537 jiwa.


Kadis Sosial, Ahmad Djuuna menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan data-data masyarakat sehingga diharapkan masyarakat bisa datang ke Dinas Sosial untuk melakukan verifikasi dan pendaftaran ulang. "Dengan adanya hal ini kami pihak Dinas sosial menerima pengusulan kembali bagi masyrakat benar-benar miskin yang sudah nonaktif kepesertaanya dari BPJS dalam hal ini JAMKESDA, JAMKESTA maupun JAMKESMAS agar datang ke Dinas Sosial untuk dapat mendaftarkan kembali dan akan diusulkan sebagai penerima bantuan iuran atau PBI" Ujarnya.


Masyarakat Pohuwato yang BPJSnya non aktif tidak perlu khawatir, jika ada masyarakat yang sakit dan sudah masuk rumah sakit, akan dibebankan pada dana talangan sambil menunggu proses penginputan BPJS kesehatan kurang lebih dua bulan menunggu masa aktif kartu jamkesda maupun jamkesta, demikian pula jika ada yang dirujuk dengan ketentuan tidak dirawat di rumah sakit swasta dengan membawa Surat Rekomendasi dari Dinsos Pohuwato, SKTM, KTP, KK, bukti kartu non aktif, dan surat rawat inap dari RSUD BUMI PANUA.


Laporan : Sadrin Hasan Humas 

Populer