Bupati Syarif Bahas Pelonjakan Kasus Covid 19 di Gorontalo Bersama Jajaran Pemda Pohuwato

PORTAL POHUWATO - Bupati Syarif bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pohuwato menggelar pertemuan khusus guna menyikapi lonjakan drastis kasus positif baru Covid-19 sebanyak 107 kasus baru yang terjadi di Provinsi Gorontalo.


“Kami mendapat kabar bahwa Pohuwato ada di dalamnya, dari pertemuan ini kami akan lakukan langkah-langkah penanganan yang lebih intens, lebih fokus, khususnya yang terkonfirmasi positif saat ini,” kata Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga.


Sehari sebelumnya, Syarif mengatakan, Pohuwato sudah dalam status nol kasus covid-19 atau masuk kategori zona hijau, setelah sebelumnya ada 15 kasus, dan yang sembuh 14 orang, serta satu orang yang meninggal.


Terkait penanganan covid-19, Pemda Pohuwato sampai saat ini terus bekerja secara bersama-sama, sekalipun diperhadapkan dengan kondisi keterbatasan kemampuan (Daerah).


“Kami sungguh sangat berharap ada intervensi, dukungan dari Pemerintah Provinsi, sampai saat ini kami selalu berupaya untuk menjadikan covid 19, sebagai lokus utama saat ini, salah satunya Desa tangguh yang Ranperbupnya akan segera selesai" terang Bupati.


“Terus juga Ranperbup kaitan dengan adaptasi kebiasaan baru. Kami menaruh harapan besar kepada Pak Gubernur, kaitan dengan Inpres (Instruksi Presiden). Kami sudah membuat dengan baik Ranperbup adaptasi kebiasaan baru berdasarkan kearifan lokal, baik itu adat, budaya, sosial, ekonomi serta keagaman,” jelasnya.


Lebih jauh, Bupati mengungkapkan jauh lebih penting ketika Inpres yang diterbitkan maka akan menjadi pedoman bersama, sebagimana awal adanya perbup PSBB, dan maklumat Kapolri.


“Kondisi saat ini tidak jauh berbeda dengan kabupaten/kota lain, masa transisi nampak terlihat, ada penurunan tingkat disiplin protokoler kesehatan. Namun kami terus berupaya untuk penanganan covid-19,” terangnya.


Sementara untuk sektor ekonomi, Bupati mengatakan bahwa kondisi saat ini sudah mulai bagus ketika dibuka ruang-ruang aktivitas kehidupan kegiatan ekonomi masyarakat. Sedangkan untuk penyerapan anggaran dalam prespektif penanganan covid-19 lanjutnya, JPS sudah berada di ambang batas dan sudah terealisasi 78,93 persen dari anggaran Rp13 Miliar.


“Untuk kesehatan ada Rp14 Miliar, terealisasi 31 persen atau Rp4,4 Miliar. Untuk pemulihan ekonomi nampak terlihat kecil dan realisasinya pun 13,46 persen, tentu kami mendayagunakan segala potensi yang ada. Kenapa kecil, karena di APBD itu fokus kami untuk kerakyatan, itu yang menunjang dalam rangka terus memberikan perhatian pemulihan ekonomi dalam masa pandemi Covid-19,” pungkasnya.


Laporan : Tim Portal Pohuwato

Foto       : Stepon Habi, Humas Pohuwato



Populer