Pemda Pohuwato Paparkan Dokumen WPR Dihadapan Anggota DPRD

PORTAL POHUWATO - Pemerintah Kabupaten Pohuwato sampai dengan saat ini terus memperjuangkan kejelasan dari Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang ada di Kabupaten Pohuwato. 


Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala Baperlitbang Pohuwato, Irfan Saleh, di hadapan para anggota DPRD, Senin (27/07/2020) saat Pemda Pohuwato memaparkan hasil dokumen WPR bersama dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Bahari Gobel bersama staf serta Kepala Dinas PTSP, Sudin Ali bersama staf perizinan.


"Filosofi percepatan ini adalah dalam rangka mengatasi dampak lingkungan. Sehingga dalam usulan yang sudah disampaikan oleh ESDM, mereka sebenarnya sudah memplot. Jadi di peta itu mereka sudah kuningkan calon-calon WPR yang ada di Pohuwato," ungkap Irfan.


Ketika ditingkat PKPRB (Pusat Kajian Pengelolaan Risiko Bencana) pun kata Irfan sudah dikaji perblok. "Ada yang tidak sesuai dengan RT-RW kami hilangkan. Ada yang tidak sesuai dengan peruntukannya kita hilangkan. Kemudian ada yang tidak masuk, kami masukan. begitulah prosesnya. Kami sudah mengkaji, tidak ada tumpang tindih perizinan di dalamnya. Bahkan masuk wilayah-wilayah yang dilarang," tambahnya.


Di usulan ini lanjut Irfan, terbagi menjadi dua fokus. Yang pertama fokus pengelolaan emas, kemudian yang kedua galian C. "Sehingga oleh ESDM, seperti di sungai Paguat, sepanjang sungai itu sampai bagian hulu ditandai kuning oleh ESDM. Nah, kami khawatir kalau sudah semuanya masuk, ini juga akan berdampak pada lingkungan. Sehingga kami bertanya kepada teman-teman,  masyarakat mana yang eksis mengambil pasir dan batu di sungai itu," jelasnya.


Dirinya menambahkan bahwa semangat Pemda untuk terus memperjuangkan WPR. Terlebih dengan adanya celah di undang-undang nomor 3 tahun 2020 tentang pertambangan Minerba.


"Yang dibutuhkan disini adalah berita acara ini sudah dibahas dan sudah disetujui oleh DPRD, atau ada pemberitahuan yang sifatnya, bahwa DPRD sudah mengetahui. Ini yang akan melengkapi 3 administrasi yang dibutuhkan oleh ESDM pertanggal 31 Juli. Kalau itu sudah masuk Insya Allah titik-titik yang disampaikan bisa terakomodir," pungkasnya.


Laporan : Tim Portal Pohuwato

Foto       : Iwan Karim, Humas Pohuwato



Populer