Pemda Pohuwato Gelar Rapat Penataan Pasar Marisa

PORTAL POHUWATO - Pemda Pohuwato menggelar rapat mengenai penataan pasar Marisa yang dipimpin Wakil Bupati Pohuwato, Amin Haras dan dihadiri Penjabat Sekda, Iskandar Datau, unsur Polres, Unsur Kodim 1313 Pohuwato, Assisten Pembangunan, Rusmiyati Pakaya, Kadis Koperindag, Kadis Perhubungan, Kasatpol PP, Lembaga Perlindungan Pedagang Pasar Tradisional (LP3T) Marisa, mandor pasar, serta perwakilan pedagang.


Dalam rapat tersebut, banyak keluhan yang disampaikan terutama kaitan dengan tidak tertibnya lagi sebagian pedagang rempah-rempah, dengan adanya beberapa oknum pedagang yang telah kembali ke tempat semula.


Selanjutnya, pada hari Minggu ada pedagang yang dari luar daerah yang berjualan diluar pasar atau disekitar jalan pasar, sehingga menimbulkan kecemburuan dari pedagang yang notabene menjual rempah-rempah dan buah didalam petak yang telah disediakan, karena menurut para pedagang penghasilan pedagang yang berjualan diluar lebih besar ketimbang yang menjual didalam. 


Disisi lain, ada keluhan adanya preman pasar yang memback up para pedagang dari luar ataupun pedagang dalam daerah ditempat mana saja yang mereka inginkan. Bahkan akhir-akhir ini telah terjadi pencurian baik uang maupun barang dagangan.


Ketidaknyamanan pasar tradisional marisa ini diminta ada perhatian serius dari Pemerintah. Bila ini tidak ada langkah tegas maka aksi pencurian akan semakin marak, dan kecemburuan pedagang makin menjadi-jadi.

     

Menanggapi hal itu, Wabup Amin Haras menjelaskan bahwa persoalan penertiban pasar Marisa sangat diperlukan, karena pasar adalah pertemuan antara pedagang dan konsumen, juga merupakan pusat ekonomi dari pada masyarakat. 


"Karena itulah maka pasar ini penting ditata, karena peran sentral dari pasar besar sekali, baik bagi pedagang itu sendiri dalam meningkatkan usahanya dan juga untuk konsumen dalam memperoleh kebutuhan pokok yang dibutuhkan" jelas Wabup.


Selanjutnya untuk pedagang akan diatur kembali serta dikembalikan ketempat yang telah disediakan. Apapun alasannya tetap ini akan diatur, kalau tidak mau diatur maka jangan berjualan disitu lagi, karena bisa menimbulkan masalah. 


“Diaturnya ini karena adanya pandemi covid-19 agar tidak terjadi kerumunan saat berbelanja. Kita jaga jangan menjadi klaster dalam penularan covid-19 ini, sehingga itu para pedagang harus mengikuti apa yang telah diatur oleh pemerintah. Kalau memaksakan diri kita harus tegas, ini perlu di back up oleh Satpol PP, Perhubungan dan dibantu Polri dan TNI”,jelas Wabup.


Laporan : Tim Portal Pohuwato

Foto       : Iwan Karim, Humas Pohuwato



Populer