Pohuwato Wakili Provinsi Gorontalo Dalam Penilaian Penanganan Stunting Nasional

PORTAL POHUWATO - Kabupaten Pohuwato dipilih oleh Kemendagri untuk mewakili Provinsi Gorontalo melaksanakan sharing pengalaman dan pameran terkait kinerja penanganan stunting Nasional.


Hal itu disampaikan oleh Kepala Baperlitbang Kabupaten Pohuwato Irfan Saleh saat mengikuti Pembukaan kegiatan sharing pengalaman penanganan stunting yang dipusatkan di Swissbell Hotel Kota Ambon, yang dihadiri oleh Dirjen Bina Bangda Kementrian Dalam Negeri, Kamis  (19/11/2020) kemarin.


"Saat ini menunggu penilaian lanjutan, semoga Pohuwato masuk nominasi nasional sesuai harapan bersama. Pada hasil penilaian akan ada tiga kabupaten terbaik yang akan di berikan penghargaan langsung oleh presiden pada agenda Musrembangnas nanti,” terang Irfan.


Lebih lanjut, Irfan menjelaskan jika data angka stunting Kabupaten Pohuwato berjumlah 22% mengacu pada data penilaian status gizi (PSG) tahun 2017 yang di publish 2018, kemudian hal ini turun lagi melalui data riset kesehatan dasar tahun 2018 yang di publish tahun 2019 bahwa angka stunting kabupaten Pohuwato berada di angka 17.87% artinya Pohuwato berada di zona hijau atau terendah di provinsi Gorontalo bahkan sudah dibawah dari target nasional.


"Di tahun 2020 ini kita mengacu pada data pemantauan status gizi melalui aplikasi EPPGBM bahwa angka stunting Pohuwato dengan rumus TB/U berada di 7.43% data sementara dan memiliki potensi besar angka itu bisa turun lagi," ujar Irfan.


Kabupaten Pohuwato juga mendapatkan penghargaan apresiasi dari kemedagri yang di serahkan langsung oleh Dirjen Bina Bangda Kementrian Dalam Negeri atas partisipasinya sebagai peserta pameran kegiatan workshop penguatan kelembagaan, pemantauan, bencharking, dan pembelajaran antar daerah dalam pelaksanaan aksi konvergensi terintegrasi tahun 2020 gelombang ke III di Maluku.


Tak lupa, Irfan juga berterima kasih kepada semua pihak yang selama ini telah bekerja semaksimal mungkin dalam persoalan stunting yang ada di Kabupaten Pohuwato.


"Keberhasilan ini adalah wujud nyata kebersamaan seluruh pihak mulai dari pemerintah desa, kader kesehatan, KB, pendamping PKH, Pendamping Desa, Guru PAUD, Puskesmas, Camat, seluruh OPD, instansi vertikal serta DPRD yang selalu mendukung berbagai inovasi pemerintah daerah,  sehingga bisa berhasil dan berkiprah di tingkat Nasional” pungkasnya.


Laporan : Tim Portal Pohuwato

Foto       : Humas Baperlitbang

Populer